Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbah Jumatnya menuturkan, “Jika Barat khususnya Amerika Serikat tidak menerima usulan win-win solution Iran dalam perundingan nuklir, maka itu akan merugikan dirinya sendiri, pasalnya pengalaman membuktikan bahwa kapanpun Amerika berdiri melawan Iran dan Revolusi Islam, pasti akan menghadapi kekalahan.”
Ia menambahkan, “Amerika dalam agresi militer rezim Baats, Irak ke Iran, mendukung rezim Saddam Hussein, namun pada akhirnya Iran tidak kehilangan sejengkal pun tanahnya dan Sekretaris Jenderal PBB kala itu menganggap Saddam bersalah. Ini merupakan kekalahan besar bagi Amerika.”
Ayatullah Kermani juga menyinggung kekalahan Amerika di Irak dan tidak dapat diterapkannya kebijakan-kebijakan negara itu di Irak. “Amerika untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang diinginkannya, menyerang Irak, akan tetapi berbeda dengan harapan Washington, sebuah pemerintahan Islam muncul di negara itu,” ujarnya.
Menurut Khatib Jumat Tehran, kebencian dan kemarahan dunia terhadap Amerika dan sekutunya merupakan kekalahan terbesar mereka. Ia menjelaskan, “Kebijakan negara-negara Barat dan rezim Israel hanya menambah kebencian ini saja, sampai-sampai teriakan “Mampus Amerika” sekarang menggema di Barat.”
Sehubungan dengan peringatan insiden pembakaran Masjid Al Aqsa oleh rezim Zionis Israel, Ayatullah Kermani menerangkan, “Puluhan masjid di Gaza tahun lalu rusak parah, ini adalah salah satu contoh kejahatan rezim Zionis penjajah Palestina.”
Khatib Jumat Tehran juga menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Imam Jafar Shadiq as, Imam Keenam Muslim Syiah dan menegaskan, “Dalam kehidupan beliau terdapat bimbingan dan banyak poin-poin penting yang salah satunya adalah program beliau untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan.” (IRIB)